Tuesday, March 22, 2011

Di Luar Doa

Terima kasih, Tuhan. Engkau sungguh baik.

Ketika aku mencarimu dalam doa dan meditasi, aku tidak bertemu dengan-Mu dalam situasi yang kumau. Mengapa menyapa-Mu terasa seperti bekerja? Tidak ada dialog hangat yang kita lakukan ketika kita asyik bercakap-cakap. Yang bisa kulontarkan hanya sisa-sisa hapalan dari buku, atau ingatan samar dari doa yang diucapkan bibir orang lain. Oh hati, mengapa kau tidak berdenyut?

Lalu hari ini Kau sapa aku. Lewat sehalaman tulisan temanku yang satu, lalu yang satunya lagi. Lalu Kau kirim imaji-imaji indah yang menggerakkan angan khayalku. Tuhan, aku ekstasi! Dan tiba-tiba saja aku ingin berseru-seru, menangis dan tertawa bersama-Mu. Bukan karena kesedihan atau kegembiraan, tetapi karena kini aku ingat mengapa aku rindu pada-Mu.

Izinkan aku mencintai-Mu dengan jari-jariku.

Paiton, 23 Maret 2011

No comments: